Pasar sepeda motor Indonesia, yang merupakan pasar terbesar ketiga di dunia, terus menunjukkan pemulihan mengesankan selama tahun 2023. Angka penjualan yang tinggi ini luar biasa mengingat besarnya pasar ini.
Selama beberapa tahun terakhir, pasar ini selalu jauh dari puncak tertinggi lebih dari satu dekade lalu (sekitar 8 juta penjualan tahunan). Potensinya jauh di atas 5,4 juta pada tahun 2022.
Pada tahun 2023, penjualan kendaraan roda dua mencapai hampir 6,4 juta unit, meningkat 20,1%, yang merupakan kenaikan keempat berturut-turut.
Setelah tahun yang sukses tersebut, awal tahun 2024 diharapkan mengalami perlambatan. Pada kuartal pertama, penjualan mencapai 1,78 juta unit, turun 3,9%, namun tetap positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan didorong oleh segmen motor yang lebih kecil, yang naik 10,4%, sementara segmen skuter turun 4,5%.
Segmen kendaraan listrik (EV) meskipun masih dalam tahap awal, tumbuh cepat. Kategori L1 (di bawah 50 cc) naik 216% dan segmen L3 naik 88%.
Honda tetap menjadi pemimpin pasar meskipun penjualannya turun 5,4%. Di posisi kedua ada Yamaha yang turun 2,4%, diikuti oleh Piaggio yang turun 5,6%, dan Kawasaki yang turun 3,1%.
Startup EV, Uwinfly, melonjak ke posisi ke-5 dengan penjualan naik 191%, mengungguli Suzuki.
Baru-baru ini, raksasa China dan pemimpin EV, Yadea, mengumumkan investasi besar untuk memproduksi skuter dan sepeda motor listrik di Indonesia. Upacara pengiriman kendaraan perdana diadakan pada 14 Maret 2024 di Cikarang, Bekasi. Ini menandai tonggak penting dalam ekspansi Yadea di Asia Tenggara.
Berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, basis produksi Yadea Indonesia mencakup area seluas 28.000 meter persegi, dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi canggih. Kapasitas produksi tahunan mencapai 300.000 unit.
