Fri. Jan 17th, 2025

China dan Uni Eropa akan Berkomunikasi Terkait Kebijakan Tarif Kendaraan Listrik

Car miniature, "Electric vechicles (EVs)" words, EU and Chinese flags are seen in this illustration taken, September 26, 2023. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File photo

Beijing, 24 Juni 2024 – China dan Uni Eropa akan melakukan konsultasi terkait investigasi Uni Eropa terhadap kendaraan listrik (EV) asal China. Konsultasi ini dilakukan setelah pengumuman tarif sementara.

Pada 22 Juni, Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, bertemu secara virtual dengan Valdis Dombrovskis dari Komisi Eropa untuk membahas kasus investigasi anti-subsidi terhadap kendaraan listrik China. Konsultasi ini dimulai setelah Uni Eropa mengumumkan tingkat sementara bea anti-subsidi pada 12 Juni.

Jika diskusi dengan China tidak menghasilkan solusi efektif, bea anti-subsidi sementara ini akan diberlakukan mulai 4 Juli, sesuai pernyataan Komisi Eropa pada saat itu. Langkah-langkah final harus diterapkan dalam empat bulan setelah pemberlakuan bea sementara.

Setelah pernyataan Uni Eropa, juru bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa China prihatin dan tidak puas dengan keputusan tersebut. China mendesak Uni Eropa untuk memperbaiki praktik yang dianggap tidak tepat melalui dialog dan konsultasi.

Uni Eropa awalnya memberlakukan tarif 10% pada kendaraan listrik baterai yang diimpor dari China. BYD, Geely, dan SAIC, sebagai contoh dalam investigasi, akan dikenakan tarif tambahan 17,4%, 20%, dan 38,1% secara berturut-turut. Produsen lain yang bekerja sama dalam investigasi akan membayar bea rata-rata tertimbang sebesar 21%, termasuk Nio dan Xpeng. Sedangkan produsen lainnya di China akan dikenakan bea residual sebesar 38,1%.

By Sobat EV

Nubie EV Enthusiastic

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *