JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, XPeng Motors, resmi memulai produksi mobil listriknya secara lokal di Indonesia. Melalui kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, XPeng menjadikan Indonesia sebagai lokasi produksi global pertamanya di luar China.
Model pertama yang diproduksi secara Completely Knock Down (CKD) adalah XPeng X9, sebuah MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang. Produksi dilakukan untuk memenuhi pasar domestik Indonesia, dengan kapasitas pabrik mencapai hingga 800 unit per bulan. Produksi lokal dijadwalkan mulai berjalan efektif pada Juli 2025.
Menurut laporan dari CnEVPost (26/6/2025), XPeng memilih Indonesia karena dinilai sebagai pasar kendaraan listrik terbesar dan paling menjanjikan di Asia Tenggara. Kemitraan lokal dijalin dengan Erajaya Active Lifestyle sebagai distributor resmi serta mitra strategis dalam pengembangan jaringan dan layanan purna jual.
“Kami melihat potensi besar di Indonesia dan berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekosistem EV di sini,” ujar Hari Arifianto, VP Marketing XPeng Indonesia, dikutip dari Kompas Otomotif (3/7/2025).
Fokus Pasar Domestik, Siap Ekspansi Regional
XPeng menyatakan bahwa produksi awal X9 difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia terlebih dahulu. Namun, ekspor ke negara-negara tetangga di ASEAN tetap menjadi bagian dari strategi jangka menengah perusahaan.
Peluncuran resmi XPeng X9 di Indonesia juga sudah dilakukan sebelumnya, dengan tiga varian yang ditawarkan:
- X9 Standard Range Pro: Rp 990 juta
- X9 Long Range Pro: Rp 1,059 miliar
- X9 Long Range Pro+: Rp 1,099 miliar
Selain X9, XPeng juga telah memperkenalkan model SUV listrik XPeng G6, yang dibanderol mulai dari Rp 599 juta. G6 akan menjadi model kedua yang dirakit secara lokal setelah X9.
Produksi Lokal dan Transfer Teknologi
Menurut Electrive.com (26/6/2025), pembangunan fasilitas perakitan di Purwakarta juga membuka peluang transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor kendaraan listrik. XPeng mengklaim bahwa kualitas unit rakitan lokal akan setara dengan model yang diproduksi di pabrik utama mereka di China.
Langkah XPeng ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong investasi sektor otomotif ramah lingkungan dan mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional.
